Facebook Google Plus RSS Feed Email
"Aku Hanyalah Debu Berselimut Nafsu!"
Blog ini adalah serangkaian kumpulan sadjak dan berbagai tulisan sastra, karya Helyn Avinanto (Helin Supentoel)

Minggu, 10 Maret 2013

Antologi Puisi Bait Kata Suara 2013

Bismillahirrohmanirrohim.

Berbahagialah Nusantara menyambut bahasa yang memartabatkan Bangsa. Ratusan penyair dari berbagai Negara yakni, Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Taiwan telah mengirimkan karya terbaiknya, selama dua bulan proses penyeleksian akhirnya kurator yang terdiri dari  Mahbub Junaedi,  Noor Aisya, Kameelia Kameel dan Muhammad Rois Rinaldi menentukan pilihannya. Berbagai aspek membidani penyeleksian ini, lantaran masing-masing kurator memiliki takaran serta pandangannya tersendiri dalam membaca puisi.

Jika Mahbub Junaedi menitikberatkan pada soal-soal yang sangat dekat dengan kedirian penyair seperti Suara hati yang murni: dapat diartikan sebagai kejujuran penyair dalam menulis karyanya, Keindahan suara batin: lebih lekat pada nuansa ruh yang ditangkap dari sebuah teks puisi, Perlambangan alam: sesuatu yang membumi—alami dan  Keberanian dalam pengungkapan kata baru yang berbeda dari setiap puisi, yang tidak latah atau pengekor, tetapi sama sekali baru dan mengandung sentuhan estetika yang murni dari penulisnya. (Eksploratif).  Berbeda dengan Noor Aisya yang memandang dari segi Kreativiti (baca: kreativitas), Originaliti (baca: orisinalitas), Estetika, Penyampaian pesan bahasa.  Hampir senada dengan Mahbub Junaedi, Kameelia Kameel memfokuskan penilaian pada Pesan yang terkandung dalam puisi dan Rasa yang menghidupi jiwa saat membacanya. Sedang Muhammad Rois Rinaldi melihat dari aspek Orisinalitas & Kebaruan ungkapan, Kepaduan & Musikalitas, Ke-intensif-an , serta Ruang jelajah puisi. Dari perbedaan itu, menghasilkan pertimbangan dari berbagai hal sehingga muncullan nama-nama yang lolos dalam penerbita Antologi Puisi Bait Kata Suara, yang Insya Alloh akan launching di Kuala Lumpur pada Juni 2013.  Berikut ini adalah nama-nama penyair yang lolos: 
  1. ABDILLAH MUBARAK NURIN (Indonesia)
  2. ABDULLAH TAHIR  (Brunei Darussalam)
  3. AFIQ IKRAM MUSLIMIN (Malaysia)
  4. AHMAD SIRAJUDDIN MOHD TAHIR (Malaysia)
  5. AKANG BAGJA (Abu Dhabi)
  6. ARAS SANDI (Indonesia)
  7. ARTHER PANTHER OLII (Indonesia)
  8. AYANO ROSIE (Indonesia)
  9. ADI ROSADI (Indonesia)
  10. ADY HARBOY (Indonesia)
  11. ANDRIAN DWI ZULIANTO (Indonesia)
  12. ANGIN RETAK (Malaysia)
  13. ANJAR TRI (Indonesia)
  14. ARI WITANTO (Indonesia)
  15. AZIE NASRULLAH (Indonesia)
  16. BAMBANG IRIANTO (Indonesia)
  17. BUDI SYUHANDI (Indonesia)
  18. BUYAH AZMI (Indonesia)
  19. BIDADARI SENJA (Indonesia)
  20. DENIN ALKANGAEN (Indonesia)
  21. DIEN MAKMUR (Indonesia)
  22. DIDI PENGEJA ADABI (Malaysia)
  23. DIMAS ARIKA MIHARDJA (Indonesia)
  24. DIN KELATE (Malaysia)
  25. DITA IPUL DUA (Taiwan)
  26. DM NINGSIH (Indonesia)
  27. EKO ROESBIANTONO (Indonesia)
  28. FAHD RAZY (Malaysia)
  29. FAZIZ AR (Malaysia)
  30. FENDI KACHONK (Indonesia)
  31. GATOT NANO SURYATNO (Indonesia)
  32. HAFNEY MAULANA  (Indonesia)
  33. HANNE DZ (Malaysia)
  34. HAQ QIMI (Malaysia)
  35. HELMI JUNED (Indonesia)
  36. HELIN SUPENTOEL (Indonesia)
  37. IBNU DIN ASSINGKIRI (Malaysia)
  38. GINA AISYA (Indonesia)
  39. JAY WIJAYANTI (Taiwan)
  40. LODY BOYAN (Indonesia)
  41. MALIQUE KANDAYAS (Malaysia)
  42. MALHIS TOMPANG (Malaysia)
  43. MAZNI AYUB (Malaysia)
  44. MAMU HASNY (Malaysia)
  45. M. ABD. RAHIM (Malaysia)
  46. MH. RAMDHAN (Indonesia)
  47. MOHD AYADI HJ MAT JUSOH (Malaysia)
  48. MOHD FAIZAL BABH (Malaysia)
  49. MOH. FAUZAN (Indonesia)
  50. MOH. GHUFRON CHOLID (Indonesia)
  51. MUHAMMAD 'ALDY' RINALDI (Indonesia)
  52. MUHAMMAD RAIN (Indonesia)
  53. MUHAMMAD JAHIDIN (Indonesia)
  54. MURNI SARI AHMAD MASHRI (Malaysia)
  55. NENNY MAKMUN (Indonesia)
  56. NOREZAH BT ISMAIL  (Malaysia)
  57. NORJANNAH MA (Malaysia)
  58. NOVA LINDA (Indonesia)
  59. OSCAR AMRAN (Indonesia)
  60. ÖNALD ÄNOLD (Indonesia)
  61. RATU AYU (Indonesia)
  62. RICKY KOMARA PUTRA (Indonesia)
  63. SANG BAYANG (Indonesia)
  64. SOETAN RADJO PAMOENTJAK (Indonesia)
  65. SRIKANDI DARMA ALOENA (Indonesia)
  66. SRI MAWAR (Malaysia)
  67. SUSILANING SETYAWATI (Indonesia)
  68. SRI NURHAYATI (Taiwan)
  69. SYAFREIN  EFFENDI USMAN (Malaysia)
  70. SYARIFUDDIN ARIFIN (Indonesia)
  71. TABIR ALAM (Malaysia)
  72. TOKBATIN SHAM (Malaysia)
  73. TOK DEHASMARA (Malaysia)
  74. TOSA POETRA (Indonesia)
  75. USUP SUPRIYADI (Indonesia)
  76. VANERA EL ARJ (Indonesia)
  77. WAHYU TOVENG (Indonesia)
  78. WINDU MANDELA (Indonesia)
  79. WIDI PRASETIO (Indonesia)
  80. YESSIKA SUSASTRA (Indonesia)
  81. YUDA APRIANSYAH (Indonesia)
  82. YUDI DAMANHURI (Indonesia)
  83. YUSSOF ABDULLAH (Malaysia)
  84. YUSTI APRILINA (Indonesia)
  85. ZAWAWI AZIZ (Malaysia)

Alhamdulillahirobbilalamin.
Bagi yang telah lolos kurasi, kami ucapkan selamat dan bagi yang belum lolos tentu ini bukan alasan untuk berhenti berkarya. Salam takzim dari segenap admin: Bintang Kartika (Malaysia), Comic Comot (Malaysia), Bard Vilanova (Malaysia), Ezah Nor Ismail (Malaysia), Fahmi Mcsalem (Indonesia), Luluk Andrayani (Indonesia), Mahbub Junaedi (Indonesia), Melinda Nour (Malaysia), Noor Aisya (Singapura), Muhammad Rois Rinaldi (Indonesia), Sonny H. Sayangbati (Indonesia) dan Yatim Ahmad (Sabah).
Read More..

Jumat, 08 Maret 2013

Dik Sri 23

Dik Sri,
Malam telah larut, rebahkan tubuhmu sebentar
Jangan engkau paksakan lagi lelah bibir matamu itu
Aku tak rela, Dik
Andai sebelum fajar kita ketinggalan kereta
Mengecup bening embun percintaan dengan sang kekasih
Sebab lelah memenjarakan ragamu, pula ragaku!

Dik Sri,
Aku tahu, hari ini aku pulang memulung dengan gerobak penuh sampah
Dan sampah-sampah itu menunggu sapa lembut jemarimu
Aku pula mengerti, kerelaanmu mencintaiku dalam putih kasih
Tiada resah pun gelisah
Dan aku sangat-sangat mengerti Dik,
Esok hari menanak nasi
Namun,
Bukankah kita lebih mengerti lagi
Bahwa percintaanlah yang lebih abadi

Dik Sri,
Mari, lekas rebahkan lesu raga ini
Biar sebelum fajar tiba,
Kereta kan tepat membawa kita dari stasiun yang sama
Dalam percintaan yang lebih hangat dan lebih mesra lagi
Dari sebelum-sebelumnya

Ngawi, 08 Maret 2013
Read More..

Jumat, 01 Maret 2013

Puisi Buat Kekasih

Ingin kulantunkan selarik puisi untukmu kekasih
Datang dari degaban ruas dadaku
Yang tak berdaya lagi diterpa kabut asmara
Bah tatapan musim semi
Di mana bunga-bunga bermekaran penuhi ladang
Menyibak ranum keharuman merah,
Pun semerah bibirmu itu

Kekasih,
Bila kau mendengar bisik burung-burung
Tak usah kau masak itu
Mereka hanya burung yang linglung kehilangan sarung
Seperti tempurung kelapa yang gabuk
Berharap lekas menjelma menjadi pemabuk
Namun bila kau bertanya ada yang terlena menantimu, kan kujawab: pasti itu aku
Sebab solek rembulan kan tiada berdaya dalam leretnya
Andai kau,
Telah mengangkat panji di ubun-ubun malam purnama
Sembari menitipkan pesan pada Tuhan,
"Biarlah kutelisik JahannamMu"

Ingin kulantunkan selarik puisi untukmu kekasih,
Setangguh mantra-mantra kutukan penyihir yang kejam merajam putri cantik pada kastilnya
Sebab mendapati malam tiada pungkasan,
Indahmu nadamu melarik dalam tiap ruas pusiku

Tahukah engkau kekasih,
Saat kita sama malu-malu pandang, saat itulah kutemukan rindu membara
Yang lalatnya menjulang melebihi api
Apalagi saat kita selayang pandang
Engkau layaknya pengantin yang kuculik di depan pintu kekasihmu tercinta
Saat pengiring masih kelabakan mengganjal perutnya
Sembari menjejal-jejalkan cemilan pada piama
Meski dikeningnya berkata,
"Semoga Tuhan tidur"

Ingin kulantunkan selarik puisi untukmu kekasih,
Sebelum malam terjemput pagi
Dan
Kembali

Ngawi, 01 Maret 2013
Read More..