Facebook Google Plus RSS Feed Email
"Aku Hanyalah Debu Berselimut Nafsu!"
Blog ini adalah serangkaian kumpulan sadjak dan berbagai tulisan sastra, karya Helyn Avinanto (Helin Supentoel)

Selasa, 26 Maret 2013

MAWAR

Engkau mawar berduri, kekasihku
Mekar laksana gelora api membakar basah hutan
Dalam runcing cahaya kau kian asah
Dan sepertinya diriku enggan gelisah mengurung leret senja
Sebab, engkau mawar merah mencakar gairah
Sedang aku malam gelita
Yang tak pandai menari di panggung resah sandiwara
Sedesah ruh kalbuku yang gerimis

Duh, mawar
Biarlah kulunakkan segala duri-durimu
Serta kurontokkan debu di kuntum kelopakmu
Sebelum kau copot biji mataku


Ngawi, 24 Maret 2013
Read More..

Selasa, 19 Maret 2013

YEM




yem,
aku pesan nasi pecelmu
jangan terlampau pedas atau asin
aku tak ingin lidahku marah
melumatmu dengan segala desah
dan segelas air putih saja, yem
pereda dahaga telagaku
menjumpai tengara panjang
lautmu

jangan lupa rempeyek terinya
menambah nikmat lalapan kemangi
pada amis lauk setelah usai merasa
redam dalam kalbu rasa
dan gigi-gigi mencincangmu
dengan rakus

segeralah yem
perutku sudah tersiksa
ribuan hari merindu nasi pecelmu
semenjak seberang samudra menawan beku
dalam gemuruh ombak yang sepi
meniduri bayang-bayang
menjadi pelaut haus daratan
mengecup hujan angin
yang bermesraan

Ngawi, 7 Nopember 2012

Read More..

TEGAK


Danau yang tenang
jumpai aku berenang pada kedalamanmu
menikmati ceruk-ceruk yang tajam
menanam sehelai biji ganggang begitu dalam
lantas esok hari kan tumbuh merambah
dalam erat mata meracaki cahaya
menjadi ranting mengikat taut-menaut
antara ruh dan telaga
saat riuh benar-benar redam
tertidur dipangkuanMu

bukan sekedar menjadi angin gaduh
mengecup saat temaram
seperti api meyala-nyala dalam tungku
menjadi amarah setiap belah
lantas redam jadi bara
namun tegak yang setia membelah muara

tak ingin pula menjadi musafir yang dingin
menjejak perjalanan kekasi
pada gagap tarian rumbainya
hingga kesepian merajut diri
langkah seribu bayang
seperti seorang penyair
terlampau cinta syair
meninggalkan madunya di pengkol jalan
saat malam meraung minta pelukan

"aku ingin berjalan sama rata"

Ngawi, 7 nopember 2012

Read More..